nikah dengan adat jawa
Assalamualaikum Buya badhe tangled
Ada sseorang yang bilang ke saya kalau besok ketika dia menikah, dia tidak mau melakukan adat Jawa, misalnya seperti pecah telur, dia mengatakan itu haram, semenjak dia mengikuti pengajian yang saya juga kurang tau siapa ustad nya dia mudah mengatakan haram
Pertanyaan saya, apakah suatu adat yang sudah turun temurun dari nenek moyang bisa di bilang haram jika dilakukan ?
Abuya: Penetapan hukum berdasarkan alasan adat istiadat masyarakat mendapatkan landasan teori fiqih yang cukup banyak. Antara lain kaidah fiqih :
العادة محكمة “
Adat/tradisi dapat dijadikan dasar untuk menetapkan hukum syara’.” Atau kaidah:
الثابت بالعرف كالثابت بالنص
"Ketetapan hukum yang didasarkan atas tradisi sama dengan ketetapan yang didasarkan atas syara’". atau
استعمال الناس حجة يجب العمل بها
Kebiasaan masyarakat banyak adalah dasar hukum yang harus diikuti
Pertanyaan : Buyaa......
menawi pecah telor apakah tidak mubadzir?
Mending goreng aja buya. Enak....hhe
Mhon pencerahan.nya buya?
Abuya: Digoreng boleh di pecah juga boleh dilempar pas ulang tahun juga .....
"فمهما تجدد فى العرف اعتبره ومهما سقطت أسقطه ولا تجمد على المسطور فى الكتب طول عمرك بل اذا جاءك رجل من غير إقليمك يستفتيك لا تجره على عرف بلدك واسأله عن عرف بلده وافته به دون عرف بلدك والمقرر فى كتبك. فهدا هو الحق الواضح والجمود على المنقولات أبدا ضلال فى الدين وجهل بمقاصد علماء المسلمين والسلف الماضين"
( “Manakala tradisi telah terbarui, ambillah, jika tidak, biarkanlah. Janganlah kamu bersikap kaku terhadap sumber-sumber tertulis dalam buku-bukumu sepanjang hidupmu. Jika ada seseorang datang kepadamu dari negeri lain dengan maksud meminta fatwa kepadamu, janganlah kamu sampaikan fatwa berdasarkan tradisi negerimu. Bertanyalah lebih dulu tentang tradisinya, dan berikanlah fatwa berdasarkan tradisinya, bukan tradisimu dan bukan pula menurut yang ada di buku-bukumu. Ini adalah cara yang benar dan jelas.
Comments
Post a Comment