hukum menimbun
Assalamualaikum Buya
Badhe nderek tangled
Teng Desane kulo kan sering menawi musim mrica warga desa biasane mbotn langsung nyade mricane, nanging disimpen riyen ngantos regine awis pas mpun mboten musim mrica malih.
Niku pripun nggih angsal mboten?
Utawi barang pokok mawon sing mboten angsal disempen?
Matur Nuwun Buya🙏🏻
Abuya: klafisikan hukum ihtikâr sebagai berikut:
1. Haram. Keharaman ihtikâr yang disepakati berdasarkan nash, adalah: • Barang yang ditimbun adalah terdiri dari bahan makanan pokok negara atau tempat penimbun • Barang dibeli dari pasaran dengan niat menghilangkan dari pasaran sehingga dapat menambah tingginya harga • Penimbunan terjadi melebihi kebutuhan keluarganya 2. Makruh. Kemakruhan ihtikâr adalah terjadi bilamana: • Menimbun tanpa tujuan untuk maksud menghilangkan komoditas dari pasaran • Barang yang ditimbun terdiri atas bahan pokok makanan • Menimbun pada waktu barang itu ada dalam jumlah banyak. • Menimbun untuk keperluannya dan keluarganya.
3. Jaiz. Jaiz atau boleh melakukan ihtikâr, apabila: • Barang yang ditimbun terdiri atas bahan pokok makanan negara • Menimbun pada waktu lapang. • Niat menimbun adalah bukan untuk mempengaruhi harga di pasaran • Seseorang menyimpan untuk kebutuhannya dan keluarganya. • Menimbun di negara yang penduduknya musyrik
4. Sunnah. Kesunnahan melakukan ihtikâr, adalah apabila: • Objek yang ditimbun adalah bahan pokok makanan • Penimbunan dilakukan saat harga barang itu sedang surplus dan murah • Dalam kondisi surplus, barang tidak sedang sangat dibutuhkan masyarakat • Barang akan dikeluarkan kembali sampai ia dibutuhkan • Menimbun dengan niat menjaga kemaslahatan masyarakat.
Comments
Post a Comment